Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada siswi kelas 2 smp

Upik Febriani (Universitas Malahayati) ROR
Dimas Indra Kurniawan
Selvia Anggraeni (Universitas Malahayati) ROR
DOI: 10.56922/quilt.v6i10.40 Published: 2026-10-21 pp. 2349-2356
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article
Background: Anemia occurs when red blood cell counts or hemoglobin levels are below normal, reducing oxygen transport to body tissues (World Health Organization [WHO], 2018). Iron-deficiency anemia can be prevented through iron supplementation, including blood supplement tablets for adolescent girls (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Anemia may affect growth, fitness, immunity, and learning concentration (Astuti & Ertiana, 2018).

Purpose: To determine the relationship between adherence to blood supplement tablet consumption and anemia among second-grade female students.

Method: This quantitative analytical study used a cross-sectional design. The population comprised all second-grade female students at SMPN 2 Adiluwih, and 100 respondents were selected using total sampling. Adherence data were collected using a structured questionnaire, while anemia data were obtained from secondary hemoglobin examination records from the local community health center. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-square test.

Results: Univariate analysis showed that the majority of students had good compliance with iron supplementation consumption (54%), but the incidence of anemia remained remarkably high at 73%. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.849 (p value > 0.05) with an Odds Ratio (OR) of 1.09.

Conclusion: There was no statistically significant relationship between adherence to blood supplement tablet consumption and anemia among second-grade female students at SMPN 2 Adiluwih in 2025.

 

Keywords: Adherence; Adolescent Girls; Anemia; Blood Supplement Tablets.

 

 

Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada siswi kelas 2 smp. (2026). Journal of Qualitative Health Research & Case Studies Reports, 6(10), 2349-2356. https://doi.org/10.56922/quilt.v6i10.40
  1. Aprilia, N. S., Dhewi, S., Anwary, A. Z., Aquarista, M. F., Anggraeni, S., & Handayani, E. (2025). Determinasi anemia berdasarkan kepatuhan konsumsi tablet Fe, pola makan, dan siklus menstruasi pada siswi SMA Negeri 1 Martapura. Health Research Journal of Indonesia, 3(5), 286–293. https://doi.org/10.63004/hrji.v3i5.763
  2. Aryanti, R., Hermawan, D., & Yanti, D. E. (2023). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(8), 762–775. https://doi.org/10.33024/hjk.v17i8.13480
  3. Astuti, R. Y., & Ertiana, D. (2018). Anemia dalam kehamilan. Pustaka Abadi. Tautan katalog: https://books.google.com/books?q=Anemia+dalam+kehamilan+Astuti+Ertiana
  4. Badriyah, L. (2024). Hubungan antara pengetahuan dan dukungan sekolah dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri (studi di wilayah SMP Yanmer Kabupaten Bangkalan) [Disertasi, STIKES Ngudia Husada Madura].
  5. Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Pringsewu tahun 2024. Tautan penelusuran: https://www.google.com/search?q=Profil+Kesehatan+Kabupaten+Pringsewu+2024
  6. Fahira, A. H., Rohemah, E., & Sitanggang, T. W. (2024). Gambaran kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMKN 4 Tangerang Selatan. JRIKes: Jurnal Riset Ilmu Kesehatan, 1, 32–37. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Gambaran+Kepatuhan+Konsumsi+Tablet+Tambah+Darah+SMKN+4+Tangerang+Selatan
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Diakses dari: https://www.google.com/search?q=Kemenkes+2018+Pedoman+Pencegahan+dan+Penanggulangan+Anemia+Remaja+Putri
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2021. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2021
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Profil kesehatan Indonesia 2024. Diakses dari: https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024
  10. Lasaha, W. A., & Amriati Mutmainna, J. K. (2022). Hubungan anemia dengan kejadian perdarahan pada ibu postpartum. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 2, 137. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Hubungan+anemia+dengan+kejadian+pendarahan+pada+ibu+postpartum
  11. Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  12. Nuradhiani, A., Briawan, D., & Dwiriani, C. M. (2017). Dukungan guru meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kota Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan, 12(3), 153–160. https://doi.org/10.25182/jgp.2017.12.3.153-160
  13. Pinilih, R. D., Wijayanti, W., & Widyastutik, D. (2025). Faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya mengatasi anemia pada remaja putri. Jurnal Praba: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 3(3), 1–12. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Faktor-Faktor+yang+Mempengaruhi+Konsumsi+Tablet+Tambah+Darah+Pinilih
  14. Putra, K. A., Munir, Z., & Siam, W. N. (2020). Hubungan kepatuhan minum tablet Fe dengan kejadian anemia (Hb) pada remaja putri di SMP Negeri 1 Tapen Kabupaten Bondowoso. Jurnal Keperawatan Profesional, 8(1), 49–61. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Hubungan+kepatuhan+minum+tablet+Fe+Putra+Munir+Siam+2020
  15. Samputri, F. R., & Herdiani, N. (2022). Pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(1), 69–73. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Pengetahuan+dan+dukungan+keluarga+dengan+kepatuhan+konsumsi+tablet+tambah+darah+Samputri
  16. Sari, P., Hilmanto, D., Herawati, D. M. D., & Dhamayanti, M. (2022). Buku saku anemia defisiensi besi pada remaja putri Penerbit NEM. Tautan katalog: https://books.google.com/books?q=Buku+saku+anemia+defisiensi+besi+pada+remaja+putri
  17. Suaib, F., Rowa, S. S., & Adwiah, W. (2024). Hubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(1), 71–76. https://doi.org/10.32382/medkes.v19i1.549
  18. Susianty, N. (2026). Effectiveness of iron-folic acid tablet programs in reducing anemia among adolescent girls. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 6(1), 125–133. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Effectiveness+of+Iron-Folic+Acid+Tablet+Programs+Susianty+2026
  19. Thomas, D., Chandra, J., Sharma, S., Jain, A., & Pemde, H. K. (2015). Determinants of nutritional anemia in adolescents. Indian Pediatrics, 52(10), 867–869.: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/?term=Determinants+of+nutritional+anemia+in+adolescents
  20. Triana, A. (2023). Faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri di MAS PP Nuruddin. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 1(1), 1–7. Tautan penelusuran: https://scholar.google.com/scholar?q=Faktor+risiko+kejadian+anemia+Triana+2023+Nuruddin
  21. World Health Organization. (2018). Weekly iron and folic acid supplementation as an anaemia-prevention strategy in women and adolescent girls. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-18.8
  22. World Health Organization. (2025). Anaemia in women and children*. Global Health Observatory. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children